Apa Esensi dari manajemen
Dalam Encyclopedia of the social (Tabrani Rusyan, 1997:20) dinyatakan bahwa: “manajemen adalah suatu proses yang pelaksanaannya terorganisir dan diawasi”. Dalam pendapat ini manajemen lebih dititik beratkan pada suatu proses yang terorganisir dan diawasi. Arti dari terorganisir bukan berarti secara reflek dan begitu saja terjadi, tetapi memerlukan sebuah perencanaan yang matang dan ketika pelaksanaannya juga dilakukan sebuah pengawasan sehingga dapat terkendali.
Selanjutnya Haiman (Tabrani Rusyan, 1997:20) mengatakan bahwa manajemen adalah “fungsi untuk mencapai sesuatu kegiatan dengan menggunakan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama”. Dari berbagai penuturan di atas majemen pada dasarnya adalah sebuah proses untuk menggerakan roda suatu organisasi agar lebih terorganisir, terencana serta sistematis, sehingga potensi yang ada (baik SDM,SDA) dapat dimaksimalkan demi terciptanya efektivitas dan efisiensi.
Bagaimana Manajemen kelas
Sebelum ke manajemen kelas, kita sedikit mendefinisikan mengenai manajemen sekolah. Manajemen Sekolah pada dasarnya adalah sebuah proses keseluruhan kegiatan bersama yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil, maupun spirituil untuk mencapai visi dan misi sekolah. Salah satu komponen untuk mendukung pencapian visi misi sekolah adalah mengoptimalkan manajemen kelas. Manajemen kelas dengan pengelolaan pembelajaran ada sedikit perbedaan. Pengelolaan pembelajaran lebih terfokus kepada bagaimana perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Sedangkan manajemen kelas lebih kepada bagaimana mengoptimalkan segala potensi-potensi yang mendukung pembelajaran baik SDM dan SDA ataupun lingkungan internal serta lingkungan ekternal dikelola secara terorganisir demi terciptanya suatu kualitas pembelajaran yang maksimal.
Mungkinkah Manajemen kelas satu Komputer
Jawabannya mengapa tidak. Manajemen kelas satu computer dapat dilaksanakan. Dasar filosofi manajemen kelas satu computer baik sekali, yaitu didasarkan pada bagaimana sebuah kelas yang mencerminkan kehidupan abad 21 dengan tetap berkaidah pada “High tingking order” pemikiran tingkat tinggi dan emosional intelegent menjadi suatu landasan utama dalam mengembangkan pembelajaran aktif berbasis ICT. Kenapa harus satu ? mungkin itu pertanyaannya ? apakah tidak lebih baik setiap anak satu computer ?. Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut kita kembali kepada landasan filosofis kita yaitu mengenai sosial intelegent dan pemikiran tingkat tinggi.
Apa itu ALWICT
Satu Komputer di kelas belum tentu menjamin adanya sebuah kondisi kelas yang aktif, kita mungkin sering melihat dalam setiap seminar ataupun lokakarya computer hanya digunakan untuk menjadi sebatas media dalam memvisualisasikan materi yang akan dibawakan oleh pembicara, tanpa adanya melibatkan seluruh peserta “bukan itu maksudnya” dalam konsep ALWICT satu computer dapat menjadikan media sekaligus sumber belajar dalam menunjang terjadinya sebuah proses belajar mengajar yang interaktif. Konsep utamanya adalah satu computer dikelas bukan hanya milik guru saja tetapi milik semua siswa, artinya siswa juga dapat menggunakan computer tersebut untuk mencapai tujuan pembelajaran. Apapun model serta strateginya asal berpedoman pada membangun konstruktivisme dan juga melibatkan aktivitas fisik, pikiran ataupun mental seluruh peserta didik itu masih dalam ruang lingkup ALWICT.
Konsep ALWICT ini banyak sekali istilahnya, dalam project DBE 2 ada istilah DALI dan sebagainya, tetapi pada dasarnya harus mengandung unsur sebagai berikut:
- Implementasi konstruktivisme
- Adanya aktivitas fisik, fikiran, mental dari siswa
- Mengoptimalkan sumber belajar yang tersedia
- Komputer digunakan sebagai salah satu media pencapaian tujuan pembelajaran, dan komputer yang digunakan bahkan hanya satu saja
- Siswa diarahkan pada konsep belajar cerdas
- Berfikir tingkat tinggi
- Pembentukan belajar secara kelompok adalah kewajiban
Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana strategi praktis untuk menerapkannya akan dibawah pada artikel selanjutnya.
Asep Iryanto
Filed under: ALWICT, Sudut Pandang Input




Teknologi dan pendidikan tidak bisa 

